Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2011/12/membuat-teks-berjalan-di-menu-bar.html#ixzz1gm44gTrc WTOSCHA_90

Senin, 10 September 2012

PEMANASAN GLOBAL & PERUBAHAN IKLIM (GLOBAL WARMING & CLIMATE CHANGE)

Pemanasan global adalah meningkatnya suhu rata-rata atmosfer bumi dan lautan dan proyeksi kelanjutannya menyebabkan Perubahan Iklim. Suhu permukaan global meningkat sebesar 0.74 ± 0.18 °C selama abad terakhir. The Intergovernmental Panel on Climate Change/IPCC (Panel Antar-Pemerintah untuk Perubahan Iklim) menyimpulkan bahwa sebagian besar pemanasan global yang terjadi sejak pertengahan abad ke-20 disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat kegiatan manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil dan penggundulan hutan.

Proyeksi Perubahan Iklim menunjukkan bahwa suhu permukaan global diperkirakan meningkat sebesar 1.1 sampai dengan 6.4 °C selama abad ke dua puluh satu. Meningkatnya suhu global akan menyebabkan permukaan air laut naik karena melelehnya bongkahan es (glasier) di kutub dan di laut. Efek-efek lain meliputi perubahan jumlah dan pola curah hujan, peningkatan peristiwa cuaca ekstrem seperti banjir, punahnya spesies, dan dampak signifikan pada pertanian dan produksi makanan.
Perdebatan politis dan publik terkait perubahan iklim dan tindakan-tindakan yang perlu diambil untuk mengatasinya terus berlangsung. Opsi-opsi yang tersedia meliputi upaya penanggulangan untuk mengurangi emisi lebih lanjut; adaptasi untuk mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh pemanasan; dan penggunaan teknologi untuk menghentikan atau mengendalikan pemanasan global.
Satu-satunya kegiatan manusia yang menimbulkan dampak besar terhadap iklim adalah pembakaran ‘bahan bakar fosil’ seperti batu bara, minyak bumi, dan gas. Bahan bakar tersebut mengandung karbon. Pembakarannya akan menimbulkan gas karbon dioksida. Sejak awal tahun 1800-an, ketika manusia mulai melakukan pembakaran terhadap sejumlah besar batu bara dan minyak, jumlah karbon dioksida di atmosfer bumi mengalami peningkatan sebesar hampir 30%.


Minggu, 15 Juli 2012

GAS PEMADAM API


Pemadam Api
Alat pemadam kebakaran berbentuk tabung. Didalam tabung terdapat sebuah botol yang berisi asam sulfat. Selain itu, terdapat juga silinder yang mengandung sodium bikarbonat. Kedua senyawa ini dipisahkan oleh suatu penyumbat. Jika tabung dibalikkan, asam sulfat akan bereaksi dengan sodium bikarbonat. Reaksi ini menghasilkan gas karbondioksida. Dua bahan kimia yang berupa asam dan basa tersebut tetap terpisah sampai pemadaman dibutuhkan. Jika kedua bahan reaksi sudah bercampur, akan terbentuk gas karbondioksida yang keluar dari silinder dengan cepat.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost