Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2011/12/membuat-teks-berjalan-di-menu-bar.html#ixzz1gm44gTrc WTOSCHA_90

Sabtu, 10 Maret 2012

Air Berada Didalam tubuh 10-50 hari


Ternyata proses perjalanan air minum yang dikonsumsi manusia amat panjang. Yaitu mulai dari penyerapan, disalurkan, lalu terakhir diperbaharui.

Jadi, anggapan bahwa setelah minum air, maka segera akan dikeluarkan beberapa jam kemudian, ternyata salah. Air yang diminum saat ini bisa jadi baru akan keluar sebagai urine 10 sampai 50 hari kemudian.

Prosesnya sebagai berikut. Seusai diminum, air akan masuk ke saluran pencernaan lantas diserap oleh pembuluh kapiler dan pembuluh darah untuk menuju ke semua sel-sel darah.

Air lalu menjangkau ke sel tubuh manusia, kemudian tersebar disekitar dan juga di dalam sel tersebut. Prof. Francois Peronnet dari Universitas Montreal menemukan bahwa butuh waktu 5 menit bagi air untuk sampai ke dalam sel.

Sedangkan proses hingga keluar kembali berupa urine, keringat, uap pernafasan, dan juga tinja adalah sekitar 10-50 hari.

Sebagai komponen yang penting peranannya bagi tubuh manusia, butuh 2 liter air sehari agar kerja tubuh dan sel tidak terganggu.

Semakin banyak mengkonsumsi air, maka akan makin cepat proses regenerasi kadar air di dalam tubuh. Jika manusia minum 2 liter air hari ini, maka 2 liter air yang telah berada dalam tubuh selama 10 hari akan dibuang.

Jadi, karena lamanya perjalanan air di dalam tubuh, baik sekali jika kita mengkonsumsi air putih lebih banyak, agar proses kerja sel tubuh juga lancar.

Diduga Bersifat Karsinogenik, Komposisi Bahan Coca Cola Dan Pepsi Diubah


Sejumlah kandungan methylimidazole yang terdapat di produk Coca Cola dan Pepsi diduga menjadi zat karsinogen yang menimbulkan risiko kanker. Inilah yang kemudian dijadikan alasan bagi hukum di California untuk memberikan peringatan bagi produsen softdrink untuk menurunkan kadar methylimidazole pada produknya.

Selama ini, menurut percobaan pada tikus, methylimidazole yang kerap dijadikan pewarna pewarna karamel diduga kuat memicu kanker yang muncul pada hewan pengerat itu. Pada konsumsi berlebihan, sifat zat kimia tersebut menjadi karsinogenik.

Mungkin peringatan ini tepat bagi mereka yang sudah kecanduan softdrink. Pasalnya, menurut US Food and Drug Administration, butuh sekitar 1.000 Coca Cola dan Pepsi agar methylimidazole berubah menjadi penyebab kanker yang mematikan.

Meski pun belum ada korban yang benar-benar kena kanker akibat softdrink, Coca Cola dan Pepsi merespon aturan baru itu. Mereka akan mengubah komposisi pembuatan cola dengan menurunkan methylimidazole sampai empat persen. Jika kedua raksasa produsen cola itu tidak melakukan hal ini, produk mereka harus rela tertempel label “peringatan bahaya kanker”. Pastinya, hal itu akan memengaruhi minat konsumen.
“Sementara kami percaya, tidak ada risiko kesehatan masyarakat. Kami telah meminta pemasok karamel untuk mengambil langkah ini,” ujar Diana Garza-Ciarlante, perwakilan Coca Cola, dikutip Associated Press.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost