Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2011/12/membuat-teks-berjalan-di-menu-bar.html#ixzz1gm44gTrc WTOSCHA_90

Senin, 29 Maret 2010

KARBOHIDRAT

Karbohidrat ('hidrat dari karbon', hidrat arang) atau sakarida (dari bahasa Yunani σάκχαρον, sákcharon, berarti "gula") adalah segolongan besar senyawa organik yang paling melimpah di bumi. Karbohidrat memiliki berbagai fungsi dalam tubuh makhluk hidup, terutama sebagai bahan bakar (misalnya glukosa), cadangan makanan (misalnya pati pada tumbuhan dan glikogen pada hewan), dan materi pembangun (misalnya selulosa pada tumbuhan, kitin pada hewan dan jamur).Pada proses fotosintesis, tetumbuhan hijau mengubah karbon dioksida menjadi karbohidrat.

Secara biokimia, karbohidrat adalah polihidroksil-aldehida atau polihidroksil-keton, atau senyawa yang menghasilkan senyawa-senyawa ini bila dihidrolisis.Karbohidrat mengandung gugus fungsi karbonil (sebagai aldehida atau keton) dan banyak gugus hidroksil. Pada awalnya, istilah karbohidrat digunakan untuk golongan senyawa yang mempunyai rumus (CH2O)n, yaitu senyawa-senyawa yang n atom karbonnya tampak terhidrasi oleh n molekul air.Namun demikian, terdapat pula karbohidrat yang tidak memiliki rumus demikian dan ada pula yang mengandung nitrogen, fosforus, atau sulfur.

Bentuk molekul karbohidrat paling sederhana terdiri dari satu molekul gula sederhana yang disebut monosakarida, misalnya glukosa, galaktosa, dan fruktosa. Banyak karbohidrat merupakan polimer yang tersusun dari molekul gula yang terangkai menjadi rantai yang panjang serta dapat pula bercabang-cabang, disebut polisakarida, misalnya pati, kitin, dan selulosa. Selain monosakarida dan polisakarida, terdapat pula disakarida (rangkaian dua monosakarida) dan oligosakarida (rangkaian beberapa monosakarida).
Klasifikasi karbohidrat
Monosakarida

Monosakarida merupakan karbohidrat paling sederhana karena molekulnya hanya terdiri atas beberapa atom C dan tidak dapat diuraikan dengan cara hidrolisis menjadi karbohidrat lain. Monosakarida dibedakan menjadi aldosa dan ketosa. Contoh dari aldosa yaitu glukosa dan galaktosa. Contoh ketosa yaitu fruktosa.
Disakarida dan oligosakarida

Disakarida merupakan karbohidrat yang terbentuk dari dua molekul monosakarida yang berikatan melalui gugus -OH dengan melepaskan molekul air. Contoh dari disakarida adalah sukrosa, laktosa, dan maltosa.
Polisakarida

Polisakarida merupakan karbohidrat yang terbentuk dari banyak sakarida sebagai monomernya. Rumus umum polisakarida yaitu C6(H10O5)n. Contoh polisakarida adalah selulosa, glikogen, dan amilum.

Selasa, 23 Maret 2010

Penetapan kadar Ca dan Mg (metode Kompleksometri)

Ca dan Mg dapat di tetapkan dengan metode titrasi menggunakan cara Calver dan manver. Untuk penitaran menggunakan indikator Manver maka Ca dan Mg akan dihitung semuanya, sedangkan indikatorn Calver hanya Ca yang dihitung maka Mg dapat dilakukan dengan mengurangi volume penitar Manver dengan volume penitaran Calver.

Reaksi :

Reaksi Calver

Ca2+ + Hln2- (biru) ↔ Caln- (merah) + H+


Caln- (merah) + CaY2- → CaY2- + Hln2- (biru) + H+

Reaksi manver

Ca2+ + Hln2- (biru) ↔ Caln- (merah) + H+ 


Caln- (merah) + CaY2- → CaY2- + Hln2- (biru) + H+

Mg2+ + Hln2- (biru) ↔ Mgln- (merah) + H+


Mgln- (merah) + MgY2- → MgY2- + Hln2- (biru) + H+

Alat :

Pipet 10 mL
pH meter
Pipet Tetes
Pemanas Listrik
Gelas Ukur
Sudip
Neraca Analitik
Buret 50 mL

Bahan :

Larutan Induk
Larutan KOH 8 N
Padatan KCN
Hidroksil Amin HCl (NH2OH HCl)
Indikator Calver
Indikator Manver
Larutan EDTA
Larutan NaOH 0,1 N
Larutan HCl 0,1 N

10. Buffer pH 10




Cara Kerja :

Penetapan Kadar Ca
Dipipet 10 mL larutan induk
Diatur pH sekitar 7-8
Dipanaskan dalam pemanasan listrik kurang lebih 1 jam
Dutambahkan 1,5-2 mL KOH 8 N
Ditambahkan 0,1 g KCN
Ditambahkan 0,1 g NH2OH HCl
Ditambahkan indicator Calver
Dititar dengan EDTA 0,005 N sampai titik akhir biru (A mL)
Penetapan Ca dan Mg total
Dipipet 10 mL larutan induk dan dipanaskan selama satu menit
diatur pH sekitar 7-8
Ditambahkan 5 mL larutan buffer pH 10
Ditambahkan 0,1 g KCN
Ditambahkan 0,1 g NH2OH HCl
Ditambahkan indicator Manver
Dititar menggunakan EDTA 0,005 N sampai titik akhir biru (B mL)

Perhitungan : 


Kadar Ca : A x Fp x M EDTA x 40 x 100%

mg contoh

Kadar Mg : (B-A) x Fp x M EDTA x 24 x 100%

mg contoh

Keterangan :

A = Volume EDTA pada penitaran indicator Calver

B = Volume EDTA pada penitaran indicator Manver

Fp = Volume Pengenceran

24 = Bobot setara Mg

40 = Bobot setara Ca

M = Kemolaran larutan EDTA

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost